Dalil Mengapa Harus Melaksanakan Ibadah Haji

Dalam Rukun Islam, Haji ditempatkan pada urutan ke-5 (terakhir).

Banyak orang akhirnya mengartikan bahwa ibadah Haji itu adalah yang terakhir dilakukan, jadi bisa NANTI atau setelah TUA saja.

Hal ini salah, karena "syarat" untuk melaksanakan haji adalah "mampu", bukan "tua".

Jika sudah mampu, maka WAJIB hukumnya untuk melaksanakan ibadah Haji.
Kita tidak boleh menunda, dan naudjubillah jangan sampai maut lebih dulu menjemput kita sehingga kita tidak sempat melaksanakan KEWAJIBAN Haji.

Hati-hati, simak dalil di bawah ini tentang kewajiban melaksanakan ibadah Haji dan keharusan segera melaksanakannya (ada ancamannya).

Masalah "mampu" tidak saja dikaitkan dengan kemampuan finansial untuk membayar Ongkos Naik Haji (ONH), tetapi juga kemampuan fisik untuk melaksanakannya.

Kita cenderung menunda Haji karena keuangan kita ingin digunakan dulu untuk memenuhi hajat kehidupan, padahal hajat kehidupan tidak pernah selesai. Ada-ada saja keperluan. Ingin membeli rumah, ingin membeli mobil, ingin menyekolahkan anak, ingin menikahkan anak, ingin jalan-jalan, dan lain sebagainya. Padahal, kalau kita sudah punya uang untuk membayar ONH, maka kita sudah WAJIB untuk melaksanakan Haji.

Jadi SEGERALAH menabung / mengumpulkan uang untuk ONH. Kalau Anda sudah punya uang sebesar ONH, daftarlah untuk berangkat Haji. Anda percaya bukan, bahwa Rezeki itu dari Tuhan. Tuhan yang akan memberi dan tidak memberi, jadi tidak perlu takut kehilangan uang karena membayar ONH. Coba perhatikan berapa Anda membeli rumah, membeli mobil, investasi tanah dan sebagainya. Mengapa Anda tidak "menyelamatkan diri" untuk memenuhi KEWAJIBAN melaksanakan Haji yang hanya diwajibkan sekali seumur hidup?

Apakah Anda beralasan karena waktu tunggu Haji sangat lama sehingga Anda tidak mendaftar? kalau Anda tidak daftar, maka Anda tidak masuk menunggu. Orang yang telah mendaftar lah yang menunggu. Jadi harus daftar dulu.

Apakah Anda ingin menggunakan ONH-Plus saja, membayar lebih mahal nggak apa-apa asalkan cepat pergi Hajinya? Boleh saja, tetapi tetap harus mendaftar, bukan? Penyelenggara ONH-Plus juga tidak bisa serta-merta memberangkatkan Anda walaupun Anda sudah membayar mahal, namun masih harus masuk dalam kuota mereka dulu.

Mudah-mudahan Anda menjadi termotivasi untuk segera mendaftar keberangkatan Haji, atau paling tidak mulai mengumpulkan uang untuk ONH (menabung).

Di bawah ini saya cuplikan dalil yang saya cantumkan di buku "Kisah Perjalanan haji" (klik untuk memperbesar).



Umrah Tidak Menghapus Kewajiban Haji

Sebelum banyak membahas syariat haji dan Umrah, perlu disampaikan bahwa ibadah Umrah tidak membatalkan kewajiban untuk melaksanakan ibadah Haji.

Saat ini karena sulitnya mendapat kesempatan melaksanakan ibadah Haji (lama menunggu, mahal di ongkos), banyak kaum muslimin/muslimat yang memutuskan untuk melaksanakan Umrah saja.

Tetapi hati-hati jangan sampai salah persepsi. Ibadah Umrah tidak membatalkan atau menghapus KEWAJIBAN untuk melaksanakan ibadah Haji. Kita tetap WAJIB untuk melaksanakan Haji, walaupun sudah Umrah, karena yang wajib adalah Haji (jika mampu), bukan Umrah.

Oleh karena itu, walaupun Anda sudah melaksanakan Umrah, tetap wajib berusaha untuk melaksanakan ibadah Haji, misalnya tetap mendaftarkan diri ke Panitia Haji (Kemendag), atau tetap menabung untuk berangkat Haji.

Jangan sampai Anda berkali-kali berangkat Umrah karena lebih mudah (melalui travel), tetapi tidak pernah menabung atau mendaftarkan diri untuk berangkat Haji.

Tentang Blog Ini

Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan dari Allah untuk membuat blog ini.
Tujuannya tiada lain untuk memberikan informasi yang cukup lengkap, namun praktis dan insya Allah akurat, yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah.

Sebagaimana telah diketahui, informasi tentang Haji dan Umrah demikian banyaknya di Internet. Kita akhirnya ke sana ke mari untuk menelusuri atau melakukan pencarian. Alhamdulillah, banyak saudara kita yang memposting informasi yang benar, namun tidak sedikit juga yang agak kurang baik penyampaiannya, baik dari segi kelengkapan informasi maupun dari segi akurasinya.

Terdorong untuk memberikan informasi yang praktis dan membantu memudahkan bapak/ibu yang melakukan pencarian di Internet, saya mencoba membuat blog ini. Alhamdulillah saya diberikan kemampuan untuk bisa meng-explore Internet, terutama karena pekerjaan, sehingga saya dapat mengumpulkan berbagai informasi yang baik dan benar. Informasi-informasi tersebut insya Allah saya kumpulkan (koleksi) pada blog ini, sehingga bapak/ibu bisa menyimaknya di satu lokasi (bisa menghemat waktu dan menyaring informasi yang kurang benar).

Di samping itu, alhamdulillah saya juga sudah diberikan kesempatan untuk melakukan ibadah Haji dan Umrah, sehingga bisa langsung berbagi pengalaman nyata.

Sulitnya Haji dan Umrah

Ibadah haji dan Umrah adalah impian setiap orang Islam. Namun bagi kita (di Indonesia), kemampuan untuk melaksanakannya tidaklah mudah. Kita perlu ongkos yang terbilang mahal sehingga tidak setiap waktu bisa dilakukan. Di samping itu kuota untuk melakukan Haji dan Umrah juga terbatas, sehingga jika kita mempunyai kesempatan dan kemampuan melaksanakannya, hendaknya pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Oleh karena "tidak ingin rugi" atau menyia-nyiakan kesempatan melaksanakan ibadah Haji/Umrah, saya pun lalu mencari dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang ibadah tersebut. Saya mencari tidak hanya di Internet, namun juga di dunia pustaka dengan membeli dan meminjam banyak buku/bahan pustaka. Alhasil, karena memang suka belajar (di tempat kerja alhmadulillah saya juga dipercaya sebagai ketua Rohis untuk mengurus pengajian dan belajar di lingkungan kantor) dan "tidak ingin rugi" tadi, saya berhasil mendapatkan banyak informasi. "Ilmu" yang saya dapat saya amalkan ketika melaksanakan ibadah, namun ternyata di sana (Mekkah dan Madinah) kita menjumpai banyak "hal baru" atau "hal lain" yang masih belum diketahui.

Kisah Perjalanan Haji

Kebetulan saya juga suka menulis, baik untuk majalah maupun buku (buku-buku saya yang sudah diterbitkan bisa diklik di sini). Kemampuan menulis itu saya tuangkan untuk memberi informasi yang praktis dan cerita pengalaman nyata ketika melaksanakan ibadah Haji/Umrah, yang dilengkapi dengan banyak foto/gambar agar pembaca bisa "melihat" sendiri tanpa perlu membaca banyak teks. Buku tersebut sudah diterbitkan, dan bisa diklik/pesan di sini.

Namun demikian, pada buku tersebut hanya disajikan "kisah perjalanan dalam gambar", sebagai informasi praktis bagi para "orang tua" kita yang tidak suka atau mampu lagi membaca banyak teks, atau bagi mereka yang kurang suka membaca namun lebih suka "melihat" secara langsung.

Buku Haji dan Umrah Lagi?

Informasi atau ilmu masih banyak pada saya dan belum juga disampaikan. Tadinya saya berencana membuat buku lagi yang membahas tentang ibadah Haji/Umrah secara lebih lengkap. Namun buku tentang Haji dan Umrah ini sudah banyak di pasaran, membuat saya ragu apakah saya masih perlu menghadirkan sebuah lagi, walaupun merupakan kompilasi dari buku-buku dan informasi yang saat ini tersebar.

Daripada saya menyimpan ilmu/informasi ini terus dalam koleksi saya, lebih baik saya sajikan dalam blog seperti ini. Mudah-mudahan bisa diambil manfaatnya bagi orang lain, dan saya mendapat pahala dari Allah SWT.

Kendalanya sekarang adalah pada waktu/kesempatan saya untuk menuliskannya.

Harus Dituliskan

Jika saya menyampaikannya secara apa adanya, tidak ada beda dengan bapak/ibu melakukan searching sendiri, memilah dan memilih sendiri. Saya perlu menuliskannya dengan cara penyajian tulisan saya, yang (harapan saya) lebih mudah dipahami sehingga apa yang saya sampaikan sudah disaring dan disajikan "tinggal disantap". Demikianlah cara penulis menyampaikan sugesti ke pikiran pembaca, membuat pembaca secara tidak sadar sudah meresapkan informasi yang disampaikan penulis, tanpa terhambat atau berusaha lebih keras.

Mohon Doa Restu

Baiklah bapak/ibu, terima kasih sudah membaca sampai sejauh ini, dan sedikit "mendengar" curhat saya :)
Inilah bahasa blog, tidak terlalu resmi seperti pada penulisan buku yang diterbitkan...

Pada kesempatan ini saya hanya berharap bapak/ibu sedikit mendoakan saya (misalnya membaca Al-Fatihah) agar saya sehat dan mampu/sempat meneruskan tulisan-tulisan di sini. Imbalannya, selain bapak/ibu juga mendapat pahalan dari Allah SWT, bapak/ibu mendapatkan ilmu (atau inspirasi) dan boleh juga membagikan ilmu/informasi di sini ke orang lain lagi sehingga mendapatkan pahala lagi... (luar biasa Allah memberi kesempatan kita mendulang pahala...)

Jika ada salah atau keliru dalam tulisan-tulisan di sini, mohon dikoreksi (kirim email ke saya). Jika ada masukan atau saran, silahkan kirim email juga (lebih baik melalui email sehingga lebih jelas dan terdokumentasi).

Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di sini menjadi amal sholeh bagi kita semua yang akan memberatkan timbangan kebaikan dan meringankan timbangan keburukan. Amiin.

Wassalamu'alaikum warakhmatullahi wabarakatuh.

Haeruddin Talib Sulaiman
(haer@cileungsi.com)